-
PGRI dan Penguatan Soft Skills Guru di Era Disrupsi
PGRI dan Penguatan Soft Skills Guru di Era Disrupsi Di tengah derasnya arus digitalisasi, kompetensi teknis atau hard skills dalam mengoperasikan perangkat teknologi sering kali menjadi sorotan utama. Namun, era disrupsi justru membuktikan bahwa penguasaan alat saja tidak cukup. Tantangan pendidikan modern menuntut “sentuhan manusia” yang lebih dalam. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kini memegang peran strategis dalam menggeser fokus pengembangan profesi: dari sekadar literasi digital menuju penguatan soft skills guru yang tangguh. Mengapa Soft Skills Menjadi “Mata Uang” Baru? Teknologi dapat menggantikan tugas administratif dan penyampaian materi dasar, tetapi teknologi tidak dapat menggantikan peran guru dalam membangun karakter. Soft skills menjadi pembeda utama yang menjaga relevansi guru di masa…
-
PGRI sebagai Pilar Kebersamaan Tenaga Pendidik
Dalam lanskap pendidikan tahun 2026, tantangan yang dihadapi guru semakin bersifat individualistis akibat beban administratif digital dan isolasi profesi. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) hadir sebagai pilar utama yang mengembalikan esensi kebersamaan, memastikan bahwa guru tidak berjalan sendirian, melainkan bergerak sebagai satu kekuatan kolektif yang solid. Berikut adalah peran PGRI dalam membangun pilar kebersamaan tenaga pendidik: 1. Kebersamaan dalam Perjuangan Nasib (Unitarisme) Pilar kebersamaan yang paling fundamental adalah penghapusan sekat-sekat status kepegawaian yang sering memicu kecemburuan sosial di lingkungan sekolah. Satu Rasa, Satu Jiwa: PGRI menyatukan guru ASN, PPPK, dan Honorer dalam satu meja. Kebersamaan ini memastikan bahwa ketika PGRI memperjuangkan kesejahteraan, yang diperjuangkan adalah martabat seluruh guru tanpa terkecuali.…
-
PGRI dalam Merespons Perubahan Kebijakan Pendidikan
Dalam lanskap pendidikan tahun 2026, perubahan kebijakan sering kali datang dengan cepat, mulai dari pergeseran kurikulum berbasis AI hingga perubahan skema kepegawaian. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) bukan sekadar menjadi penonton, melainkan bertindak sebagai filter, jembatan, dan benteng dalam merespons setiap kebijakan tersebut. Berikut adalah strategi PGRI dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan nasional: 1. Respons Proaktif: Dari Keluhan Menjadi Solusi (Advokasi) PGRI memastikan bahwa suara guru dari pelosok terdengar di meja pengambil keputusan pusat. Mitra Kritis Pemerintah: PGRI tidak selalu setuju secara membabi buta. Jika kebijakan dianggap memberatkan guru secara administratif atau mengancam kesejahteraan, PGRI memberikan masukan berbasis data lapangan agar kebijakan tersebut direvisi. Pengawalan Status Kepegawaian: Dalam merespons transisi…